Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Kamis, 24 April 2014  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
Christianity And Music

Question & Answer

Bagian 1

Pertanyaan-pertanyaan serta jawabannya dibawah ini adalah hasil diskusi pada sesi Christianity and Music – salah satu sesi Kapita Selekta pada NYC 2001 yang diadakan pada bulan Agustus tahun ini. Beberapa pertanyaan yang sangat penting untuk kita ketahui bersama, kami sarikan dengan seijin pembawa sesi tersebut.

Pertanyaan :
Bagaimana membedakan ibadah yang membuat kita menikmati diri dari pujian dengan ibadah yang membuat kita merasakan dorongan Roh Kudus atau hadirat Tuhan dari pujian?

Jawaban:
Ibadah seharusnya mendorong kita untuk menikmati Tuhan, bukan menikmati diri. Jikalau kita bersukacita sekalipun, maka sukacita kita adalah sukacita karena Tuhan, bukan sukacita karena perasaan sukacita itu sendiri (misalnya karena sudah selama seminggu tidak pernah merasakan sukacita seperti itu). Merasakan hadirat Tuhan dalam ibadah berbeda dengan menikmati diri sendiri, karena justru pada saat hadirat Tuhan dinyatakan kita merasa diri kita begitu kecil, begitu tidak berarti, hina, kotor dan penuh cacat cela. Pikiran dan hati kita akan ditujukan kepada Tuhan dan sifat-sifat-Nya (kekudusan-Nya, belas kasihan-Nya, cinta kasih-Nya, kemuliaan-Nya), dan bukan kepada diri kita.

Pertanyaan :
Apa dasar Alkitabnya Tuhan tidak menyukai ibadah, dalam hal ini musik/pujian yang self-entertained?

Jawaban:
Mazmur 29:1-2 mengatakan, "Kepada Tuhan, hai penghuni sorgawi, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!"

Ibadah yang benar adalah ibadah yang melayani Tuhan, yang ‘entertain’ Tuhan, bukan entertain diri sendiri. Tuhanlah yang pertama-tama patut mendapat sembah sujud dan pelayanan serta persembahan kita yang terbaik.

Pertanyaan :
Ada banyak hal (seni, ide, dsb.) di dunia yang punya pesan-pesan tersendiri (yang mungkin tersembunyi), entah baik atau buruk. Bagaimana caranya kita tahu yang benar dan baik untuk kita olah/pakai dalam hidup kita secara bertanggung jawab?

Jawaban :
Paulus mengatakan, "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun." (1 Kor 6:12)
Maka yang pertama kita harus memiliki biblical view yang didapat dari banyak membaca firman Tuhan, sehingga segala sesuatu dapat kita uji berdasarkan terang firman-Nya. Dalam hal seni misalnya, kita perlu mengetahui filsafat atau ide, pemikiran yang ada di balik fenomena yang dipertunjukkan. Di sini kita perlu melatih diri untuk menganalisa produk seni yang sedang beredar di sekitar kita dan memberikan satu tinjauan kritis. Tidak ada hal yang instant, maka kita selalu perlu untuk belajar, baik kebenaran firman Tuhan, maupun juga pesan-pesan yang disampaikan melalui sebuah karya seni.


Pertanyaan :
Mengapa di Reformed tidak menggunakan band/symphony seperti yang digunakan pada aliran-aliran gereja lain?

Jawaban :
Kita tidak menggunakan band dalam ibadah, dalam hal ini khususnya alat musik drum, karena alat musik ini terutama ditujukan untuk pengolahan rhythm (ritme). Penyelidikan dalam bidang psikologi-musik mengungkapkan bahwa ternyata penggunaan rhythm yang berlebihan dapat merusak jiwa dan tubuh. Di sisi lain, sebisa mungkin kita menggunakan alat-alat musik akustik, bukan elektronik, untuk meningkatkan kemampuan bermusik yang lebih bervariasi dan tidak hanya sebatas permainan keyboard atau synthesizer yang dapat menirukan berbagai macam suara.

Di GRII Pusat, kita mencoba mengembangkan bentuk iringan dengan ensemble seperti alat musik: biola, flute, cello, kontrabas, piano dan keyboard.

Pertanyaan :
Apa yang menjadi dasar untuk kita tahu tentang musik gerejawi yang benar?

Jawaban :
Yang pertama adalah dengan menguji teksnya, apakah mengandung pengertian yang Alkitabiah atau tidak. Yang berikutnya adalah dengan menguji hubungan antara teks dan musiknya. Misalnya teks tentang kesulitan dan penderitaan haruslah terekspresi dalam pengolahan musik yang menunjukkan nuansa itu pula. Dan akhirnya (ini perlu satu studi khusus yang membutuhkan waktu) tekhnik pengolahan dari musik itu sendiri (misalnya dengan menganalisa gerak harmoni atau akordnya, melodinya, ritme, dlsb.).

Pertanyaan :
Bagaimana tanggapan Saudara tentang aliran musik yang ada sekarang?

Jawaban :
Pembahasan secara komprehensif dan mendetail tidak mungkin diberikan di sini, namun ada beberapa hal yang bisa kita pertimbangkan. Pada dasarnya suatu jenis musik tertentu memiliki latar belakang, yang sekaligus merupakan filsafat atau ide yang berusaha untuk dituangkan ke dalam karya musik aliran itu. Sebagai contoh, musik jazz lahir dari tekanan perbudakan terhadap orang kulit hitam, sehingga dalam musik ini terekspresi pula kerinduan atau yearning akan adanya kebebasan. Hal ini misalnya tercermin dalam penggunaan harmoni atau akord terbuka di akhir lagu (seperti misalnya CM7 yang terdiri dari nada do mi sol si). Bentuk harmoni seperti itu mengandung interval disonans yang unresolved, dan ironisnya secara kontradiksi harmoni yang tanpa resolusi itu diharapkan untuk mengekspresikan satu kerinduan akan adanya kebebasan.

Sedangkan musik New Age misalnya banyak menggunakan suara alam yang diolah sedemikian rupa, sehingga menimbulkan satu nuansa mistis yang membawa orang kepada satu keadaan perenungan. Banyak digunakan bunyi-bunyi seperti: gong atau lonceng yang memanggil seseorang untuk bermeditasi. Suara-suara alam ini dipakai sebagai satu sarana untuk menyampaikan pesan bahwa manusia dan alam pada dasarnya adalah satu adanya. Ini tentu tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab karena kita diciptakan lebih tinggi daripada alam, dan bahwa kita harus menguasai alam, bukan menjadi satu atau melebur dengan alam.

Pertanyaan :
Pada saat ini, musik gereja sudah makin berkembang dan orang-orang muda/pemuda sudah mulai kurang menghargai lagu-lagu himne. Bagaimana caranya menyikapi hal ini? Bagaimana pendapat Saudara tentang musik gereja yang berkembang saat ini?

Jawaban :
Kita harus mendidik generasi muda menjadi orang Kristen yang bergumul. Himne adalah lagu yang menceritakan pergumulan hidup seorang bersama dengan Tuhannya (seperti juga Kitab Mazmur yang banyak menceritakan tentang pergumulan hidup manusia di hadapan Tuhan). Seringkali keengganan atau ketidaksukaan orang menyanyi lagu himne disebabkan karena generasi kita sudah menjadi generasi yang instant, yang pragmatis, terima langsung jadi. Ini sebenarnya adalah satu spirit yang merusak, karena orang hanya akan bermalas-malasan untuk mendapatkan sesuatu. Tidak ada hidup yang berkelimpahan tanpa usaha dan kerja keras serta pergumulan. Jikalau kita mau mengerti keindahan musik himne yang banyak menceritakan pergumulan hidup orang Kristen, maka kita sendiri haruslah menjadi orang yang suka bergumul.

Sulit untuk memberikan penilaian secara general terhadap musik gereja yang berkembang saat ini, namun beberapa poin dapat dikemukakan di sini yaitu: ada kecenderungan one-sided atau berat sebelah, ketidak-seimbangan yang bisa mengakibatkan reduksi atau kesempitan dalam kehidupan Kristen. Sebagai contoh, banyaknya lagu atau musik yang menekankan intimacy dengan Tuhan (sekalipun hal ini tidak harus salah) bisa mengakibatkan pemahaman akan transendensi Allah menjadi kurang (transendensi maksudnya satu pemahaman yang meyatakan keberbedaan atau kejauhan kita dengan Allah: Dia Mahakudus, kita berdosa; Dia Mahabijaksana, kita lemah dan kurang pengetahuan; Dia adalah Raja yang memerintah, kita adalah hamba-Nya). Jika pemahaman kedekatan saja yang ditekankan (tanpa penekanan yang seimbang akan kejauhan atau keberbedaan kita dengan Allah), maka ini bisa mengakibatkan konsep pemahaman anugerah yang murah. Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah Sahabat, Gembala yang baik, namun juga sekaligus Raja (yang berhak memerintah hidup kita), Allah yang berdaulat, yang memiliki kehendak yang seharusnya kita taat, Yang Kudus dan membenci dosa dlsb. Jadi ada keseimbangan antara konsep Allah yang Mahabaik, namun juga Allah yang Mahakudus dan Mahaadil.

Buku Tamu
Beritahu Teman
 
PENGAJARAN
ROHANI UMUM
KESAKSIAN
MUSIK LAGU

Amazing Love, How Can It Be

Christ The Lord Is Risen Today

When I Survey The Wondrous Cross

Go Tell It On The Mountain

Angels, From The Realms Of Glory

Isaac Watts

Frances (fanny) Jane Crosby

All Hail The Power Of Jesus’ Name

The Old Rugged Cross

Christianity And Music

Amazing Grace

Great Is Thy Faithfulness

Onward, Christian Soldiers

I Am Thine, O Lord (Draw Me Nearer)

Abide With Me

Hymn Trivia

Away In A Manger

What Child Is This

O Come, O Come, Emmanuel

It Came Upon The Midnight Clear

O Holy Night

A Mighty Fortress Is Our God

Near To The Heart Of God

SHARING BUKU
PI
SEKOLAH MINGGU
PERSEKUTUAN
 
NEWSLETTER

Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda:

 
SEARCH

 Copyright © 2006 pemudakristen.com. All Rights Reserved. Development by Proweb Indonesia